Saturday, 17 November 2007

A city Walk

Keraton, Batik, dan Pasar Klewer. Sekurangnya tiga hal tersebut dahulu menjadi simbol identitas Kota Surakarta. Dan, kini bertambah lagi simbol itu dengan hadirnya city walk.
Layaknya perekonomian sebuah kota yang didominasi oleh kegiatan pariwisata dan perdagangan barang dan jasa, begitu juga halnya dengan Kota Surakarta. Kota yang lebih dikenal dengan Kota Solo.
Untuk pariwisata, eksistensi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Pura Mangkunegaran (sejak tahun 1745) menjadikan Solo sebagai poros sejarah, seni, dan budaya yang memiliki nilai jual. Nilai jual ini termanifestasi melalui bangunan-bangunan kuno, tradisi kerajaan yang terpelihara, dan karya seni yang menakjubkan. Tatanan sosial penduduk setempat yang tak lepas dari sentuhan kultural dan spiritual keraton semakin menambah daya tarik.
Salah satu tradisi yang berlangsung turun-temurun dan semakin mengangkat nama daerah ini adalah membatik. Seni dan pembatikan Solo menjadikan daerah ini pusat batik di Indonesia. Dahulu media batik adalah kain. Kini membatik bisa dilakukan di kayu, kaca dan bahkan kulit makhluk hidup.
Diperkuat pula oleh keberadaan galeri batik kuno terbesar dan terlengkap dalam menyajikan sejarah perbatikan. Dan Pasar Klewer, sentra penjualan batik terbesar di Indonesia, membuat penikmat batik pun terpuaskan.

Pengin tahu Konsep City Walk Solo ? kunjungi : http://www.surakarta.go.id/kspsolo/images/stories/citywalk.pdf

No comments:

Post a Comment